Skip to content

October 29, 2011

Doa Angelus

Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan
bahwa Ia akan mengandung dari Roh Kudus
Salam Maria … 1x
Aku ini hamba Tuhan
terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Salam Maria … 1x
Sabda sudah menjadi daging
dan tinggal diantara kita
Salam Maria … 1x
Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah
supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Marilah berdoa :
Ya Allah, karena kabar Malaikat kami mengetahui
bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia.
Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami,
supaya karena sengsara dan salib-Nya,
kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia.
Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami (Amin)

Sejarah Doa Angelus.

Doa Angelus  adalah sebuah doa untuk mengenangkan  kabar suci dari Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (Angelus Domini Nuntiavit Mariae), didaraskan tiga kali sehari, yaitu pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Doa Angelus merupakan sebuah pengakuan iman atas Karya Keselamatan Allah di mana Sabda Allah telah menjadi daging melalui rahim Perawan Maria melalui Kuasa Roh Kudus. Isi pokok dari Doa Angelus adalah pengulangan tiga kali ‘Doa Salam Maria’ bersamaan dengan bunyi bel (Puji Syukur No. 15).

Bagi orang katolik, Doa Angelus mungkin adalah suatu cara bagi umat beriman untuk berdoa bersama seperti dalam Breviary atau Ofisi, yaitu doa yang didoakan oleh para imam dan para anggota komunitas suatu Ordo Religius. Umat yang tidak dapat membaca, dapat menghafalkan doanya.

Doa Angelus sudah dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Doa ini berkembang dari abad ke abad sampai dengan zaman Paus Yohanes XXII yang memberikan indulgensi kepada orang yang mengucapkan Doa Angelus. Selanjutnya Paus Pius V dalam tahun 1571 memperbaharui dan melengkapi bentuknya seperti yang kita kenal sekarang ini.

Paus Yohanes XXIII dalam catatannya tentang lonceng Angelus yang didentangkan pada pada pagi hari menggambarkan, lonceng dini hari merupakan tanda pergantian malam menjadi siang yang gemilang, pada saat itu langit menunduk untuk bertemu dengan bumi.

Paus Paulus VI dalam ensiklik “Marialis Cultus” menulis, “Doa ini sesudah berabad-abad tetap mempertahankan nilainya dan kesegaran aslinya.” Paus Yohanes Paulus II menandaskan bahwa Doa Angelus tak perlu diubah sebab bentuknya sederhana, diangkat dari Injil, dan asal-muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan misteri Paska.

Makna dalam Doa Angelus yaitu, pada pagi hari untuk menghormati kebangkitan Kristus. Pesan yang terkandung bagi kita adalah Yesus yang telah bangkit dan bersama Kristus kita memulai dari dengan semangat kebangkitan. Selanjutnya pada siang hari untuk menghormati sengsara Kristus. Pesan bagi kita adalah di tengah pekerjaan kita yang berat, kita senantiasa ingat Kristus yang telah berkorban bagi kita. Dan pada sore hari untuk menghormati Inkarnasi Allah menjadi manusia. Pesan bagi kita adalah pada saat kita beranjak untuk beristirahat, ingatlah bahwa Allah selalu tinggal beserta kita.

Selama Masa Paskah Doa Angelus diganti dengan Ratu Surga/Regina Coeli/Regina Caeli (Puji Syukur No. 16). Bunyi bel  itu dipersembahkan kepada Malaikat Gabriel yang membawa kabar sukacita  dari Allah kepada Perawan Maria.

Doa Ratu Surga (dalam masa Prapaskah)

Ratu Surga bersukacitalah, alleluya
sebab Ia yang sudi kau kandung, alleluya
telah bangkit seperti disabdakan-NYA, alleluya!
Doakanlah kami pada ALLAH, alleluya!
Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya
sebab TUHAN sungguh telah bangkit, Alleluya!

Marilah berdoa :
Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia
dengan kebangkitan Putramu, Tuhan kami Yesus Kristus.
Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita,
dalam kehidupan kekal bersama Bunda-Nya, Perawan Maria.
Demi Kristus, Pengantara kami. (Amin)

Read more from Doa, Doa Harian

Comments are closed.